Pemilihan Guru Dikmen dan Diksus Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019: Saatnya Memilih Guru Teladan Nasional 2019

admin Berita Leave a Comment

Bulan Agustus menjadi bulan istimewa bagi kalagan guru dan tenaga kependidikan, bukan hanya terdapat hari perayaan ulang tahun kemerdekaan RI yang biasanya diwarnai beragam kegiatan. Namun, bulan kemerdekaan ini juga istimewa bagi kalangan guru dan tenaga kependidikan karena tiap tahun diadakan pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional. Tahun 2019 ini, kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 12-18 Agustus. Tema pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi tahun 2019 ini adalah Guru dan Tenaga Kependidikan sebagai Agen Penguatan Transformasi Penguatan SDM.

Peserta pemilihan guru dikmen dan diksusu berprestasi dan berdedikasi sedang saat mengikuti penjelasan teknis perlombaan.

Pada hari Senin 12 Agustus peserta pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi dari 34 provinsi mulai berdatangan di Jakarta untuk mengikuti seleksi tahap ahir atau final. Jumlah peserta yang terdaftar dan mendapat undangan kegiatan final ini sebanyak 164 orang. Tersebar dari berbagai jenis atau kategori lomba yang diikuti. Jenis lomba dan jumlah peserta tiap lomba adalah sebagai berikut:Peserta lomba guru SMA Berprestasi sebanyak 34 orang

  • Peseta lomba guru SMK Berprestasi sebanyak 34 orang
  • Peserta lomba guru Dikmen Berdedikasi sebanyak 18 orang
  • Peseta lomba guru SDLB Berdedikasi sebanyak 21 orang
  • Peserta lomba guru SMPLB berdedikasi sebanyak 17 orang
  • Peserta lomba guru SMALB Berdedikasi sebanyak 20 orang
  • Peserta lomba guru Pendidikan Inklusi sebanyak 19 orang

Peserta pemilihan tingkat nasional ini sebelumnya telah berjibaku mengikuti seleksi bertahap di daerah masing-masing hingga menjadi terbaik pertama provinsi yang secara otomatis menjadi pemegang tiket mengikuti seleksi nasional.

Antrean peserta saat registrasi

Kegiatan tahunan Kemendikbud ini, dilaksanakan Ditjen GTK untuk memilih yang terbaik dari yang baik di tiap provinsi. Tersebar di berbagai tempat di Jakarta, di ataranya di Hotel Atlet Century, Hotel Mercure Ancol, Hotel Aston, dan lain sebagainya. Khusus pelaksanaan pemilihan guru pendidikan menengah dan pendidikan khusus (Dikmen dan Diksus), pusat kegiatan berlangsung di Hotel Atlet Century.
Ketika ditemui di ruang kerjanya, Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA memberikan penjelasan bahwa guru pendidikan menengah dan pendidikan khusus adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
“Untuk melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru tidak hanya memiliki kemampuan teknis edukatif, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang dapat diandalkan sehingga menjadi sosok panutan bagi siswa, keluarga maupun masyarakat. Selaras dengan kebijakan pembangunan yang meletakkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan nasional, maka kedudukan dan peran guru semakin bermakna strategis dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi era global,” ujar perempuan yang akrab disapa Rena itu.

Ir. Sri Renani Pantjastuti, Direktur PG Dikmen dan Diksus Kemendikbud

Bu Direktur menambahkan, bahwa peran strategis ini dapat dilaksanakan dengan baik jika guru dapat melaksanakan pembelajaran secara maksimal. Hal ini dapat dimulai dengan mmepersiapkan pembelajaran berdasar analisis kebutuhan siswa melaksanakan pembelajaran dengan berbagai strategis yang variatif sesuai dengan kondisi serta melaksanakan evaluasi pembelajaran scara berkelanjutan.
Proses pembelajaran di sekolah merupakan roh dari pendidikan pada semua jenjang yang perlu ditingkatkan mutunya secara terus-menerus. Dalam proses pembelajaran peserta didik harus memperoleh pengalaman belajar untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Hal ini penting dilakukan semua pihak khususnya guru dalam upaya membentuk “Insan Indonesia cerdas, kompetitif, dan berdaya saing tinggi” untuk menghadapi persaingan global. Sejalan dengan hal tersebut, guru harus melakukan berbagai kegiatan pengembangan keprofesionalannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *