Pemilihan Guru Dikmen dan Diksus Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019: Apa Kata Juri tentang Naskah Peserta

admin Berita Leave a Comment

Dr. Joko Yuwono, Juri Lomba Kreativitas Guru SMPLB pada ajang Pemilihan Guru Dikmen Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 (12-18 Agustus) di Hotel Atlet Century.

Selama dua hari sejak, kedatangan peserta pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2019 mereka langsung mengikuti serangkaian agenda. Mulai tes tulis hingga mengikuti proses pembukaan resmi yang berlangsung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Sementara tim penilai sudah berjibaku dalam kesibukan menilai naskah peserta.
Kami berkesempatan menemui salah satu juri, ia adalah Dr. Joko Yuwono, dosen PLB di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Lelaki satu ini baru terlibat sebagai juri nasional, dan mengaku cukup senang mendapat kesempatan melihat dan menilai kreativitas guru SLB yang menjadi peserta lomba pada ajang pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi nasional. Joko, panggilan akrabnya, adalah juri lomba kreativitas guru SMPLB.
Terdapat tujuh kategori lomba selain kreativitas guru SMPLB. Ketujuh kategori tersebut meliputi, Guru SMA Berprestasi, Guru SMK Berprestasi, Guru Dikmen & Diksus Berdedikasi, Guru Inklusi Berprestasi, Guru Kreativitas SDLB,  Guru Kreativitas SMPLB, dan Guru Kreativitas SMALB.
Melihat banyaknya peserta khususnya pada lomba kreativitas guru SMPLB, Joko sedikit menyayangkan. “Karena yang masuk seleksi nasional ini hanya separuh dari seluruh provinsi yang ada, jumlah naskah yang kami nilai hanya 17 naskah yang artinya 17 peserta. Padahal momen ini sangat bagus untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalitas, juga untuk karier guru tersebut. Jumlah yang sedikit ini menunjukkan perhatian daerah terhadap pendidikan luar biasa masih sangat kurang,” ujar Joko.

Salah seorang juri yang sedang melakukan penilaian naskah, tak lena menilai sembari duduk di kursi ia pun inisiatif menilai dengan duduk lesehan.

Mengenai ide kreasi yang tertuang pada naskah, Joko mengatakan masih banyak guru SMPLB yang setengah-setengah menuangkan inovasi dan kreasinya. “Dari 17 naskah ini mungkin masih 50% yang memperlihatkan kreativitasnya, tetapi kami perlu menggali lagi pada saat presentasi dan wawancara apakah ini benar-benar karya hasil pemikiran dan gagasan dia. Paling penting kami belum menemukan kreativitas yang benar-benar unik serta pembaruan,” jelas Joko.
Peserta, lanjut Joko, masih banyak yang mengumpulkan karya best pracitices mereka, bahkan ada beberapa yang mengumpulkan protofolio yang sagat tebal. “Padahal best pracitices tidak ada instrumen penilaiannya. Lomba kreativitas ini adalah dari hasil penelitian, media inovasi untuk pembelajaran, malah itu tidak dikirim. Padahal apa susahnya guru PLB untuk kreatif. Menangani anak PLB itu memerlukan cara khusus dan tersendiri. Cara-cara umum belum tentu bisa diterapkan, diperlukan kejelian seorang guru dan daya kreasi agar materi bisa benar-benar sampai ke siswa. Hal-hal seperti itulah yang mestinya menjadi bahan penelitian dan dikirimkan ke lomba seperti saat ini, tetapi malah belum banyak terlihat,” katanya.
Namun demikian, Joko tidak bisa serta merta menyalahkan peserta yang gagal paham dengan mengirimkan naskah yang tidak ada dalam ketentuan dan persyaratan. Hal ini bisa terjadi, kaena disinyalir sebelum berangkat seleksi nasional, tidak ada pembekalan khusus serta kurangnya prhatian pemerinah daerah secara berkelanjutan kepada guru-guru PLB. “Mungkin tidak ada seleksi dan pembekalan, ini menunjukkan perhatian kepada guru PLB sangat rendah. Tetapi sudah ada provinsi-provinsi yang melakukan seleksi dan pembekalan dengan baik. Sebenarnya, saya yakin guru PLB khususya SMPLB sebenarnya sangat kreatif, guru itu menangani peserta didik setiap hari, ketika ada masalah tentu ia akan mencari solusi dengan sendirinya, itulah kreasi yang telah diperbuat. Hanya saja mungkin mereka lemah dan kesulitan menuangka dalam karya tulis,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *