Pelatihan Guru dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri

admin Berita Leave a Comment

Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus mengirim guru-guru SMA dan SMK ke Luar Negeri untuk mengikuti pelatihan. Kegiatan ini bagian dari Pelatihan 1000 Guru dan Tenaga Kependidikan di Luar Negeri yang dselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019. Pelatihan dilaksanakan selama 3 minggu 4 – 24 Maret 2019. Mereka belajar di lembaga pendidikan atau perguruan tinggi dan di sekolah, serta kunjungan/praktik lapangan. Pelaksanaan pelatihan dimulai pada minggu pertama bulan Maret 2019. Queensland State Department of Education, Austrial: STME and HOTS; College of Agriculture Ibaraki University and Chuo Agriculture University; Fashion design, fasion show, fabric making process and textile improvement; film production and television program, Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology.
Sebelum mengikuti pelatihan ke luar negeri peserta diwajibkan mengikuti pembekalan tentang beberapa hal: tujuan pelatihan, target dan sasaran pengembangan diri sesuai kebutuhan individu dan tempat tugas masing-masing, informasi umum negara yang akan dituju (cuaca, budaya, bahasa pengantar, mata uang, kebiasaan dan hal lainnya), informasi materi pelatihan, tata tertib selama mengikuti pelatihan, hak dan kewajiban, output pelatihan, & administrasi pelatihan. Kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan diantaranya: lokakarya/workshop, kerja kelompok, diskusi kelompok, observasi kelas dan sekolah, kunjungan industri (bagi guru kejuruan), praktik kerja industri (bagi guru kejuruan), membuat proyek pengembangan pembelajaran, & presentasi. Setelah pelaksanaan pelatihan di luar negeri, peserta wajib mengikuti post departure untuk : melaksanakan refleksi, finalisasi laporan akhir individu dan kelompok, & finalisasi rencana tindak lanjut hasil pelatihan.


Acara Pelepasan Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri

Salah satu arah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan diwajibkan selalu mengembangkan dirinya melalui pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi tersebut dapat dilakukan secara mandiri atau mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.
Pengembangan keprofesian secara berkelanjutan bagi guru sebagaimana amanat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran/bimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan untuk pengembangan karir guru khususnya dalam kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Kegiatan pengembangan kompetensi diri mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, yang memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, dan memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang. Pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan terampil membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Di samping itu, pendidik dan tenaga kependidikan dapat membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dalam mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat berubah pada masyarakat abad 21 dan menghadapi era revolusi industri 4.0.

Pelatihan yang melibatkan guru-guru SMK untuk mendukung Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Pertumbuhan dunia usaha dan industri di Indonesia meningkatkan permintaan tenaga terampil lulusan SMK. Oleh karena itu, peserta didik SMK perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Pemerintah melaksanakan program pengembangan kompetensi bagi guru dan tenaga kependidikan melalui beberapa program kegiatan yang dilakukan di dalam negeri. Dalam rangka memberikan wawasan kepada pendidik dan tenaga kependidikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Pendidik dan tenaga kependidikan dapat langsung mendapatkan pengalaman dalam proses pembelajaran untuk mengubah cara mempersiapkan diri sebelum mengajar, selama proses pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar, dan mengalami serta memperhatikan langsung budaya belajar di sekolah dan institusi yang dikunjunginya.
Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi tugas dan fungsi masing-masing. Tujuan khusus pendidikan dan pelatihan guru ke luar negeri yang disesuaikan dengan negara tujuan dan karakteristik masing-masing kelompok peserta adalah mendapatkan pendalaman substansi materi pada bidang studi/mata pelajaran dan program keahlian untuk beberapa unit kompetensi, pengalaman nyata dan wawasan tentang interaksi antar budaya, pemahaman tentang sistem pendidikan yang diterapkan di negara lain, pengalaman mempelajari proses pembelajaran di kelas dan kelompok belajar, pengalaman dalam melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik, pengalaman mempelajari kepemimpinan, manajemen dan supervisi sekolah; wawasan kerja di industri; wawasan dalam implementasi kerja sama antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri  (pelaksanaan link and match); wawasan dalam pengembangan dan implementasi kompetensi abad 21 dan revolusi industri 4.0. Setelah mengikuti pelatihan diharapkan pendidik dan tenaga kependidikan mampu dan mempunyai kreativitas dan inovasi dalam hal pengembangan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tugas dan fungsi masing-masing. Selain itu, program ini merupakan apresiasi dalam rangka peningkatan kompetensi bagi guru Dikmen yang telah mengabdikan dirinya dengan penuh tanggung jawab dan berdedikasi serta memiliki prestasi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Selama mengikuti program pelatihan di luar negeri, peserta diharapkan dapat menyerap semua materi yang diberikan dan budaya pembelajar yang dialami untuk kemudian dapat diamalkan dan dipraktikkan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolahnya masing-masing serta menyebarluaskan semua yang didapatkan kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekitarnya dan di kelompok kerjanya.
Selama pelaksanaan pelatihan akan dilakukan pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Petugas pendamping berperan diantaranya untuk mendampingi dan memastikan pelaksanaan pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan di luar negeri berjalan sesuai dengan rencana, melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi. Pendamping adalah pejabat atau staf pada satuan kerja. Guru diharapkan dapat menganalisis kebutuhan peserta didik; mengembangkan bahan ajar untuk peserta didik; mengembangkan proses penilaian peserta didik berdasarkan konsep penilaian otentik (authentic assessment); menyusun perangkat pembelajaran untuk peserta didik dengan mengintegrasikan konsep wirausaha; mengubah etos kerja dan pola pikir (mind set) guru; membandingkan proses pembelajaran antara Indonesia dan negara lain; membuat bahan presentasi; mengidentifikasi kebutuhan alat dan bahan praktik (khusus guru kejuruan); mempelajari kompetensi tenaga kerja industri (khusus guru kejuruan); menyusun rancangan link and match untuk sekolahnya (khusus guru kejuruan).
Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan. Tagihan yang harus diselesaikan selama mengikuti pelatihan adalah jurnal mingguan tentang informasi apa yang didapatkan dari aktivitas per minggu, pengalaman baru yang menarik dari aktivitas per minggu, kompetensi yang dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing, inovasi yang akan dilaksanakan; laporan akhir individu; rencana tindak lanjut penerapan di tempat kerja masing-masing dan diseminasi kepada guru di sekolah lain di sekitar sekolah; rancangan pengembangan kerja sama industri untuk sekolah masing-masing (khusus guru kejuruan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *